Sunday, November 16, 2008

Berbagai Macam Mekanisme Pembayaran Dalam Online Transaction

Pembayaran atas transaksi di e-commerce dapat dilakukan menggunakan salah satu atau kombinasi dari berbagai mekanisme yang dapat dikembangkan. Ditinjau dari kronologi perkembangannya, pada awal e-commerce, ketika belum ada dukungan dari pihak penjamin transaksi elektronik, pembayaran dilakukan dengan transfer melalui bank selayaknya transaksi bisnis konvensional. Dalam e-commerce di generasi pertama, identitas pembeli dicatat dalam sebuah data base penyelenggara. Selanjutnya dilakukan verifikasi fisik, dan kadang kala penyekenggara minta uang jaminan kepada calon pembeli. Walhasil mekanisme pembayaran semacam ini disebut hybrid, mengingat penawaran (offer) dan penerimaan persetujuan membeli (acceptance) dilakukan melalui media elektronik (Internet) sedangkan penyerahan (delivery) – khususnya komoditas fisik – dan pembayaran dilakukan melalui cara konvensional (cash atau transfer).

Sejalan dengan semakin dikenalnya kartu kredit (dan kemudian kartu debet), modus pembayaran atas transaksi bisnis melalui media elektronik (Internet) berubah., dari hybrid menjadi pembayaran secara elektronik (electronic payment).

Ketika penyelenggara dan pengguna jasa telekomunikasi mulai menyadari bahwa pulsa telepon yang tersimpan (deposited) dalam kartu prabayar memiliki fungsi yang sama dengan uang, maka kita menyaksikan bagaimana kartu prabayar tersebut dapat digunakan untuk membeli barang. Mengingat jumlah “uang” yang tersimpan dalam kartu prabayar pada umumnya tidak terlalu besar, maka pembayaran menggunakan kartu prabayar dapat digolongkan sebagai pembayaran untuk jumlah transaksi yang relatif kecil (micropayment). Maka “pulsa” yang nota bene merupakan uang yang di-deposit-kan (dipercayakan oleh pelanggan untuk disimpan oleh penyelenggara telekomunikasi), berevolusi menjadi uang digital.

Bentuk pembayaran yang digunakan dalam transaksi melalui Internet pada umumnya mengacu kepada sistem keuangan nasional, tapi ada juga yang mengacu pada keuangan internasional. Adapun klasifikasi berbagai mekanisme pembayaran tersebut dapat dibagi dalam lima mekanisme utama, seperti:

1. Transaksi model-ATM, yang menyangkut hanya institusi finansial dan pemegang account yang akan melakukan pengambilan atau mendeposit uangnya dari account masing-masing.
2. Pembayaran dua pihak tanpa perantara, transaksi dilakukan langsung antara dua pihak tanpa perantara menggunakan uang nasionalnya.
3. Pembayaran dengan perantara pihak ketiga, umumnya proses pembayaran yang menyangkut debit, kredit maupun chek masuk dalam kategori ini.
4. Micropayment, dalam bahasa sederhananya adalah pembayaran untuk uang recehan yang kecil-kecil. Mekanisme micropayment ini penting dikembangkan karena sangat diperlukan pembayaran receh yang kecil tanpa overhead transaksi yang tinggi.
5. Digital cash, digital money, atau uang elektronik yang dienkripsi (referensi lihat di http://www.digicash.com). Uang elektronik menjamin privacy dari user, digital money cash tetap terjamin sama seperti uang kertas maupun coin yang kita kenal.*****

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.