Tuesday, January 04, 2005

Rahasia-Ku

Tulisan ini tanggapan atas posting-nya Mas Satrio Arismunandar,
Producer Acara Trans TV di milis technomedia.

Posting sampean soal tulisan Danarto,
Yang menyebut artikel-nya Goenawan Mohammad dan Emha,
Membikin aku semakin bingung dan tenggelam dalam ketidak-tahuan,
Soal ke-Tuhan-an dan rahasia alam.

Tempo hari,
Ketika membaca buah pikir Goenawan,
Aku percaya isi otaknya dan akal budinya,
Tuhan tidak buas, dan Tuhanku sama dengan Tuhannya Goenawan.

Tetapi sejurus kemudian,
Di kitab lain tersebutkan,
Tuhan memiliki segala sifat yang ada di segala alam,

Dan sadarlah,
sifat alam aneka rupa.
Demikiankah pula kiranya Sifat Tuhan?
Galak, Bencana, kasih, senyum, tangis, hujan, banjir, panas, angin, badai,
Aku tak mampu menyebutnya lagi.

Semakin bingung pikirku,
Diterjang pikiran Emha,
Betulkah bencana itu pemuliaan?
Bagi yang pergi dan yang tinggal
Benarkah yang berangkat sudah habus waktunya?
Dan yang tinggal masih diberi waktu?
Seperti kata Ebiet.

Bukankah keabadian,
Tidak ada keterputusan waktu,
Jiwa yang berangkat hanya berpindah
Jiwa yang tinggal masih menetap di tubuh nestapa
Lalu kemana jiwa pergi?
Ke Tuhan-kah?

Aku bersimpuh,
Tafakur sebisaku,
Slayaknya murid mengingat jalan ajaran Mursid,
Kulantunkan dzikir "Allah" tak terhitung,
Kuresapi makna terdalam dari Allah,
Adakah beda antara Tuhan dan Allah?
Ku tak peduli, terus bergumam,
Allah, Allah, Allah dan.... Allah.

Ntah kapan datangnya bisikan,
Tak usah ragu Ke-Allah-an Ku
jalani saja kehidupan duniamu
DiriKu ada padamu
Iman-i, taqwa-i saja,
Hingga temukan Ku sejati.

Lalu aku bertanya,
Jika Mu ada padaku
apakah Mu juga ada pada mereka
Tak usah ragu,
demikianlah sifatKu.

Penasaran kucecarNya
Binatang, tumbuhan, gunung, laut?
Mereka juga, kataNya.

Dunia kecil,
ada Mu di rumah hatiku.
Dunia besar,
ada Mu di alam raya.

lalu mengapa,
Alam raya berguncang,
Makhluk Engkau biarkan bergelimpangan
Nestapa menyergap mereka yang tinggal.

Itu rahasiaKu.
Ber-Iman saja padaKu.
kerjakan .. kerjakan.. kerjakan...
amal duniamu UntukKu.

Mas Wigrantoro Roes Setiyadi
Rempoa, 4 Januari 2005

1 comment:

  1. Dear MasWig..

    Tulisan Anda sungguh indah..tiba-tiba aku teringat puisinya Rumi..entah nyambung atau nggak..

    Salam Hangat
    Yogi

    .......................................
    Jika engkau belum mempunyai ilmu dan hanya persangkaan, maka milikilah persangkaan yang baik tentang Tuhan. Begitulah caranya!

    Jika engkau baru mampu merangkak,
    maka merangkaklah kepadaNya!!

    Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
    maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan; karena Tuhan dalam rahmatNya tetap menerima mata uang palsumu.

    Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan, maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja. Begitulah caranya!

    Wahai pejalan!

    Biarpun engkau telah seratus kali ingkar janji, ayolah datang dan datanglah lagi!

    Karena Tuhan telah berfirman:
    "Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang, ingatlah kepada-Ku, karena Aku-lah jalan itu."

    Jallaludin Rumi

    ReplyDelete