Tuesday, January 04, 2005

Tahun Baru

Perjalanan waktu sampai di penghujung tahun
seperti kincir air untuk kembali
menciduk, mengusung, menumpahkan dan menciduk lagi
begitu berulang,
tak cuma kincir, manusia pula sama.

Ada beda
ada kesamaan
keberulangan yang sama
ruang, aktivitas, dan waktu yang berbeda.

Ruangku kini
semakin terbatas,
ruang nyata dan ruang hati
tak kemana lagi pergi bersuka
cukup gembira di wisma

Ruang hatiku kubuat semakin sempit,
tak lagi mengembara,
mencari jiwa,
menelusur kesejatian,

Waktuku berkurang,
entah sampai kapan masih diberi waktu,
bernapas, ibadah
membuat kesalahan.

Di tengah segala keberkurangan
ada segala kebertambahan yang harus dipikul,
tanggung jawab mengemban amanah
semakin besar dan tak dapat lari darinya.

Semakin besar tuntutan di dalam diri
untuk memilah dan memilih
yang kucakapi memberi buah rejeki

Harus berani,
satu persatu tinggalkan
entah mereka suka atau benci
pilih satu atau dua
yang kucakapi dan memberi buah amal.

Rempoa, 23 Januari 2005


No comments:

Post a Comment