Tuesday, April 28, 2009

TI UAN, Benarkah ada masalah?

Minggu siang kemaren (26-4-2009) selagi latihan mukul-memukul, saya ditelepon radio ELshinta, diminta pendapat soal adanya dugaan Teknologi Informasi yang digunakan dalam sistem evaluasi Ujian Akhir Nasional (UAN) mengalami kegagalan karena banyak siswa yang try out-nya bagus, namun konon: kesulitan dalam menjawab dan kemungkinan besar angka ketidak-lulusan tinggi. sewaktu on air, bersama saya ada Pak Prof. Dr. Djaali dari Badan Standarisasi Nasional Pendidikan pembuat soal dan penanggung jawab UAN.

Menjawab pertanyaan reporter, saya jelaskan bahwa sistem scanning jawaban ujian sudah ada dan dipakai di Indonesia sejak zaman Skalu, Skasu, hampir 30 tahun lalu. kemampuan orang Indonesia dalam memanfaatkan sistem Optical Character Reader (OCR) dan scanning jawaban ujian sudah cukup "mature" alias mahir. meski demikian, namanya sistem pasti ada kemungkinan kesalahan (error). persoalannya, pelang error-nya di mana? dalam sistem automatic test result evaluation ini kemungkinan error terjadi pada media input, yakni lembar jawaban ujian. sistem diprogram hanya untuk membaca perbedaan pantulan warna gelap-terang pada posisi (koordinat) tertentu. jika dalam satu baris terdapat titik gelap lebih dari satu spot, atau luasan titik gelap melebihi dari yang seharusnya, maka sistem secara otomatis memperlakukan input sebagai error. kemungkinan error lain dapat terjadi karena secara umum kertas kotor atau banyak spot yang "membingungkan" mekanisme identifikasi. apabila inputnya benar, maka proses selanjutnya kemungkinan besar benar, dengan asumsi hardware dan software database-nya tidak mengalami kerusakan. untuk dua terakhir ini, akan sangat muda ditengarai bila terjadi kerusakan.

selesai wawancara, sambil berjalan ke hole berikutnya, saya berpikir, ini ada apa lagi? kesalahan pada pelaku (manusianya) mengapa akan ditimpakan kepada sistem TI. persis seperti yang terjadi di tabulasi penghitungan hasil pemilu, dari pengamatan saya, yang titik permasalahan lebih banyak pada prosedur, sejak penghitungan di TPS, pengumpulan di KPPS sampai pengisian formuir C1 dan peng-input-an formulir ke mesin scanner. sistem TI-nya sendiri sebenarnya pasif belaka. ia menerima apa saja yang dimasukkan ke dalamnya. sampah yang dimasukkan, sampah pula yang dihasilkan.

No comments:

Post a Comment