Saturday, January 31, 2009

Ketika Harus Memilih

Initial namanya A, di kesatuan militer rankingnya masih perwira pertama, tetapi di bisnis yang ditekuni jabatannya orang nomor dua. pendidikannya tergolong tinggi, s2 manajemen, s1-nya hukum, waktu masuk tentara hanya modal ijasah sma. apa yang hebat dari A sehingga perlu ditulis di sini?

disiplin, semangat, kepemimpinan, jiwa sosial yang tinggi, dan ketrampilan berbisnis. itulah sederet atribut yang dapat sandangkan kepada A.

sebagai anggota kesatuan militer, disiplin sudah merupakan darah dan nafas yang selalu dibawa ke mana - mana. salah satu contoh disiplin yang susah bagi kebanyakan orang di kota jakarta adalah ontime, alias tepat waktu. entah bagaimana caranya, setiap saya janjian dengan A dia selalu datang tepat waktu, kalau kami sepakat ketemu pukul 7pm, lima menit sebelumnya dia sudah tiba di tempat. walau janjiannya mendadak, dan saat itu sedang entah di mana, tetapi kalau sudah okai ketemu jam tertentu, maka ia datang pada jam tersebut.

semangat? A merintis karier di militer dari sersan dua. dengan bekal ijasah sma dan semangat mengabdi kepada negeri ini, plus disiplin tadi, dalam tempo relatif cepat dia mendahului rekan- rekan seangkatannya. semangat ingin maju diwujudkannya dengan menuntut ilmu di perguruan tinggi di sela - sela tugas sebagai aparat pertahanan keamanan. dengan bekal semangat pula ia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membiayai kuliah diri dan istrinya sehingga istrinya juga belum lama ini lulus s1.

ketika pertama jumpa, saya perhatikan gaya bicaranya, tegas dan determinasinya jelas, mungkin karena dia tentara. tidak hanya itu, beberapa kali saya tanyai anak buahnya, bagaimana pendapat mereka terhadap A. hampir semua menjawab bahwa A menjadikan anak buahnya sebagai partner, murid, dan sekaligus anak. sebagai partner atau mitra, kepada anak buahnya A mengajak mereka untuk menyadari bahwa bisnis yang mereka jalani adalah milik bersama, jadi kalau ada di antara mereka yang tidak disiplin dan berkinerja buruk, ini sama artinya mereka mulai meruntuhkan bangunan bisnis yang susah payah dirintis bersama. karena anak buahnya datang dari berbagai latar belakang pendidikan, sosial dan ekonomi, A senantiasa tekun mengajari dan melatih anak buahnya agar berkarya dengan optimal. dia sendiri melatih ketrampilan fisik, administrasi dan komunikasi kepada anak buahnya.

jiwa sosial yang tinggi dicerminkannya kepada tetangga kanan - kiri rumahnya, anak buah dan pelanggan atau mitra bisnis. di lingkungan tempat tinggalnya (A tinggal di kampung, tidak di komplek tentara) A cukup popular. banyak yang kenal. anak buah diperlakukan sebagai saudara khususnya ketika mereka menghadapi masalah keluarga atau hal-hal non-teknis terkait pekerjaan. kepada klien, A sangat akomodatif dan fleksible dalam menagih pembayaran atas jasa yang sudah diberikan. banyak klien yang mengalami masalah keuangan, sehingga pembayarannya tertunda, A dengan senyum masih bisa sabar menanti pembayaran, atau dapat menerima pembayaran secara berangsur. siapa pelanggan jasa bisnisnya A? banyak sekali, ada ratusan perusahaan besar dan kecil, terentang dari sumatera, jawa, kalimantan sulawesi hingga papua. berapa banyak anak buahnya? hampir dua ribu orang.

semalam ketika kami bertemu, A menunjukkan ketrampilan barunya dalam berbisnis, banyak ide dan gagasan yang dilontarkan, sebanyak cerita sukses dalam mendapatkan proyek - proyek dari banyak pelanggan. namun dia juga menyadari akan keberadaan dirinya, di satu sisi sebagai abdi negara yang bertugas menjaga pertahanan dan keamanan, namun di lain pihak diberi tanggung jawab sedemikian besar memimpin sebuah perusahaan yang punya ribuan pegawai. ketika A bertanya kepada saya, bagaimana sebaiknya ke depan, langsung saya sahut dengan kalimat "suatu hari, semakin cepat semakin baik, harus memutuskan apa mau terus sebagai tentara atau mau menanjak sebagai bisnisman."

oh ya, bisnis yang dijalankan A bersama kawan kawannya adalah bisnis pribadi, dilakukan di luar jam kerja, tidak memanfaatkan fasilitas negara.

No comments:

Post a Comment