Friday, November 14, 2008

Institusi Ekonomi Baru

Institusi ekonomi adalah badan yang mengatur perusahaan-perusahaan dari segi aspek ekonomi, hukum, organisasi,sosial-politik, sosiologi dan antropologi.

­Indusrialisasi membutuhkan adanya institusi agar dapat mengurangi biaya yang berhubungan dengan transaksi perdagangan, keuangan, perbankan, asuransi dan manajemen.

­Ideologi dan institusi, secara bersama-sama dapat membawa perekonomian ke dalam kondisi yang penuh dengan ketidak pastian. Jika pengetahuan sosial hanya bergantung pada keduanya, perkembangan perekonomian akan menjadi semakin tidak merata. Hal ini dapat menyebabkan perekonomian terus memburuk dalam jangka waktu yang lama.

­Teori mengenai perusahaan merupakan teori mengenai produksi, bukan teori perusahaan sebagai entitas yang legal. Perusahaan dianggap sebagai pelaku tunggal yang menghadapi berbagai keputusan mengenai tingkat output produksi, penggunaan faktor-faktor produki dan sebagainya. Ukuran perusahaan dan produk biasanya diuraikan dalam bentuk biaya produksi, misalnya, skala ekonomi menandakan besarnya perusahaan dan jangkauan ekonomi menandakan bahwa perusahaan tersebut mengeluarkan multi produk.

­Institusi ekonomi baru melihat perusahaan sebagai suatu kesatuan organisasi yang layak untuk diikutsertakan dalam analisis perekonomian.

­Dalam institusi ekonomi baru ini, peranan teori perekonomian semakin besar dalam aspek keuangan, akuntansi, manajemen dan bidang lain yang berada dalam lingkup ekonomi.

­Kemampuan perusahaan tergantung pada pengetahuan yang dilibatkan dalam rutinitas perusahaan, misalnya pengetahuan mengenai teknologi.

­Faktor-faktor spesifik dalam sumber daya perusahaan antara lain kemampuan organisasi, keahlian manajerial, inovasi teknologi dan nama baik. Ketika perusahaan memiliki kapasitas yang berlebihan pada faktor-faktor tersebut, maka perusahaan akan mengembangkan dan melakukan diversifikasi terhadap produk mereka. Atas dasar inilah pendekatan sumber daya perusahaan dihubungkan dengan teori evolusi perusahaan

Eksternalitas Jaringan

Eksternalitas jaringan dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pasar karena jaringan tidak dapat mencapai optimal, dan pasar tidak menetapkan standar yang dapat memberikan produk yang lebih baik dengan efektif. Eksternal jaringan dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk menggunakan teknologi maupun produk baru.

Walaupun pasar mengalami kegagalan, intervensi pemerintah tidak tepat untuk dilaksanakan karena ekternalitas jaringan tidak dapat diidentifikasi melalui tindakan pemerintah sehingga akan mengeluarkan lebih banyak biaya dari pada mencegah kegagalan pasar.

Eksternalitas jaringan yang positif dalam penggunaan teknologi jaringan memberikan margin keuntungan ekonomi lebih rendah dari keuntungan sosialnya.

Konsekuensi utama keberadaan eksternalitas jaringan adalah pengaruhnya terhadap persaingan di antara para penjual produk karena eksternalitas jaringan hanya menguntungkan satu atau beberapa penjual.

Banyaknya inefisiensi yang terjadi akibat eksternalitas jaringan mendorong pemerintah untuk melakukan intervensi melalui kebijakannya.

Karena hanya memberikan keuntungan pada satu perusahaan yang mendominasi pasar, maka eksternalitas jaringan dapat menimbulkan monopolisasi.

Teori eksternalitas jaringan tidak dapat membantu dalam mendeteksi munculnya perilaku perusahaan yang berusaha untuk membangun kekuatan monopoli.

Predatory pricing dalam suatu indusri juga dipengaruhi oleh eksternalitas jaringan. Terdapat beberapa strategi harga yang menyerupai predatory pricing, namun bertujuan untuk mengatasi eksternalitas jaringan dalam membangun basis konsumen.

Sistem Pasar: Mengapa Mengalami Kegagalan

Pasar bebas merupakan cara yang terbaik dalam mengatur perekonomian. Hampir seluruh negara menggunakan sistem pasar bebas. Namun, pada saat pasar bebas tidak memberikan hasil yang positif bagi masyarakat, pemerintah dapat mengambil tindakan dan mengubahnya.

Kegagalan pasar terjadi pada saat pasar tidak memberikan efisiensi secara penuh, baik pada efisiensi alokasi maupun efisiensi produktivitas serta efisiensi sosial.

Sistem pasar monopoli dapat menyebabkan kegagalan pasar. Pasar monopoli dapat membatasi output yang dihasilkan untuk menjaga agar harga produk tetap tinggi. Seorang monopolis mungkin saja akan mengembangkan kekuatan sosial dan politik lebih tinggi dari yang lain sehingga mengurangi efisiensi demokrasi dan keadilan dalam bersaing. Selain itu, monopoli juga mengurangi pilihan konsumen terhadap suatu produk.

Sistem kartel tidak jauh berbeda dari monopoli karena beberapa perusahaan melakukan kerja sama dalam menjual produk-produk mereka. Hal yang demikian dapat mengurangi persaingan. Kartel biasanya terjadi pada pasar oligopoli.

Pada pasar persaingan monopolistik terdapat banyak penjual dan pembeli serta berbagai jenis produk. Para pemain pun dapat bebas keluar dan masuk ke dalam industri. Namun setiap perusahaan memiliki merk pada produknya masing-masing sehingga perusahaan yang merk dagangnya sudah kuat akan dapat menguasai pasar.

Privatisasi merupakan suatu cara agar dapat meningkatkan persaingan dan menurunkan biaya, mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien, dan mencegah terjadinya monopoli.

Intervensi pemerintah diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti kerugian atas kegagalan pasar yang disebabkab oleh eksternalitas yang negatif.

Berbagai jenis barang, yaitu public goods, merit goods, dan demerit goods, jika beredar dalam jumlah yang tepat atau bahkan tidak beredar sama sekali akan menyebabkan sistem pasar tidak efisien sehingga terjadi kegagalan pasar.

Kurangnya informasi yang dimiliki konsumen mengenai produk yang tersedia di pasar, yang dimiliki produsen mengenai permintaan produk dan mengenai keberadaan pesaing, serta yang dimiliki pegawai mengenai peluang usaha dan lapangan pekerjaan, merupakan kegagalan informasi yang dapat menyebabkan kegagalan pasar.

Faktor-faktor produksi, seperti tanah, tenaga kerja, dan modal, serta berbagai asset yang sudah tidak dapat digunakan, yang memiliki sifat tidak dapat bergerak, juga dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pasar.

Untuk mencegah terjadinya kegagalan pasar pada sistem pasar bebas, dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: penetapan regulasi mengenai persaingan sehat oleh pemerintah, mengubah distribusi pendapatan dan kesejahtaraan dalam perekonomian nasional, meningkatkan skala ekonomis sehingga dapat menurunkan biaya, dan penetapan batas harga pasar tertinggi dan terrendah yang dilakukan oleh pemerintah.

Penyelarasan ITdan Bisnis: Identifikasi Peran IT Dalam Strategi Kompetitif

Catatan: Tulisan ini merujuk pada karya Lawrence Meador dalam MIS Quarterly Journal

Bagi beberapa perusahaan, sebuah strategi IT tidak selalu pada kasus yang formal. Walaupun dinamakan perencanaan Sistem Informasi (IS) “Strategic”, arsitektur aplikasi, data, teknologi dan proses manajemen IS, yang terdiri dari standar pengembangan dan pelaporan, semuanya disajikan dengan rencana, proses dan kebutuhan dari bisnis yang ada saat ini. Tidak ada acuan atau philosofi untuk kegunaan teknologi di perusahaan dan tidak terkesan adanya aturan yang signifikan dalam menentukan strategi mana yang lebih efektif, menguntungkan dan dapat dikerjakan dengan mudah.

Dalam lingkungan konvensional, hubungan antara strategi kompetitif perusahaan dan manfaat penggunaan IT dikembangkan melalui beberapa lapisan; dari perencanaan, analisa dan perancangan. Dapat dipahami bila pada ligkungan sseperti ini IT memiliki pengaruh yang kecil terhadap strategi kompetitif perusahaan. Sejalan dengan semakin luasnya pemanfaatan IT di lingkungan bisnis, semakin terlihat tidak ada lagi pemisahan antara IT dan Strategi kompetitif perusahaann, karena semua strategi kompetitif harus memiliki IT sama halnya dengan memiliki marketing, produsen dan keuangan.

Strategi IT membantu manager untuk mendefinisikan batasan pembuatan keputusan untuk tindakan berikutnya, tapi menghentikan dengan singkat dalam menentukan tindakan untuk dirinya sendiri. Hal ini merupakan perbedaan mendasar antara Strategi IT dan perencanaan IT. Strategi IT merupakan kumpulan prioritas yang menguasai pembuatan keputusan bagi user dan proses data profesional. Hal itu merupakan bentuk aturan framework untuk kegunaan IT dalam perusahaan, dan menjelaskan bagaimana seorang eksekutif senior pada perusahaan akan berhubungan pada infrastruktur IT. Perencanaan IT pada hal lain, memfokuskan pada pelaksanaan dari Strategi IT.

Hal-hal yang termasuk dalam IT adalah:
- Aplikasi proses transaksi
- Proses informasi dan aplikasi pelaporan
- Sistem pendukung keputusan
- Sistem pendukung eksekutif
- Produktivitas profesional dan alat berkelompok
- Sistem berbasis ilmu pengetahuan dan kecerdasan tiruan
- Proses automatisasi dan robotik
- Desain dan automatisasi pabrik; dan
- Teknologi yang berada dalam komputer (seperti “smartcard” atau ATMs)

Pendekatan IT/Penjajaran Strategi tidak hanya dirancang untuk menutup kemungkinan strategi IT; berarti untuk memfasilitasi perundingan tentang kepercayaan manajemen dan pelatihan industri dengan:
- Mengajukan pertanyaan yang relevan dan membantu struktur individu yang mereka fikirkan dan percaya.
- Menjawab pertanyaan yang diajukan, berdasarkan pada pengalaman perusahaan.
- Membangun konsensus disekitar prinsip yang terbaik dalam memetakan kebutuhan dari lingkungan kompetitif; dan
- Membangun sebuah laporan review program untuk memastikan implementasi memantau pengembangan strategi, dan untuk mengubah prinsip sebagai pergantian kondisi.

Hal penting dalam proses IT/Penjajaran Strategi:
- Posisi dan lingkup aktifitas IT;
- Kebutuhan resources dan batasan; dan
- Organisasi dan Manajemen IT.

Proses aktual dari proses IT/Penjajaeran strategi terdiri atas tiga fase, yaitu:
- Fase I – Formulasi strategi IT
- Fase II – Perencanaan IT
- Fase III – Peningkatan kualitas dan program inovasi IT.

Fase I – Memperkirakan penjajaran yang ada antara IT dan strategi kompetitif dan memformulasikan strategi IT yang baru.

Beberapa jalan yang membuat strategi IT dan strategi bisnis akan tidak sejajar, tapi sebagai titik awal:
- Hasil akhir dan Kekayaan dalam satu level, tujuan dari strategi dan perencanaan adalah untuk menentukan bahwa bisnis yang memiliki kekayaan (resources, organisasi, dan proses) untuk meraih hasil akhir (goal, objektifitas, dan misi).
- Waktu tekanan lainnya dari penjajaran adalah perluasan yang akan datang dan melangkah kembali pada perubahan yang konsisten atara operasi bisnis dan IS.
- Objektifitas dan nilai sebuah bentuk umum dari ketidak sejajaran yang terjadi ketika objektifitas dan nilai dari bisnis tidak konsisten dengan objektifitas dan nilai manajemen IS.

Proses IT/penjajaran strategi dimulai dengan kebutuhan penafsiran strategi IT dan diagnosa masalah yang mengizinkan eksekutif untuk menyediakan pengertian pada kebutuhan kritis, objektifitas, dan prioritas yang mereka hadapi. Jika memungkinkan, interview dapat dipimpin oleh anggota dari tiap grup berikut: senior management, senior functional professionals, staf analis, dan IS management.

Daftar pertanyaan untuk interview dan kuisioner dapat dirancang pada konsultasi dengan satu atau dua senior eksekutif untuk memastikan bahwa semua area yang penting dari aktifitas tercakupi. Cakupannya harus memiliki hal-hal berikut:
- Penjelasan singkat dari objektifitas, ruang lingkup, dan rencana dari proyek dan sebuah deskripsi dari metodologi;
- Objektifitas/prioritas/keputusan dari bisnis utama;
- Ruang untuk mengembangkan dukungan IT (aplikasi dan/atau layanan);
- Interface dengan grup dan organisasi lain (internal dan eksternal);
- Proyeksi dari kebutuhan masa depan;
- Masalah kebijakan seperti kekuasaan, daya hitung dan persetujuan langsung; dan
- Feedback pada interview.

Setelah mengidentifikasi strategi bisnis organisasi, selanjutnya dapat diadakan workshop untuk eksekutif guna menjelaskan implikasi strategi kompetitif perusahaan terhadap eksplorasi IT. Workshop ini dapat difasilitasi dengan agen netral atau mungkin konsultan, dan diawali dengan pemaparan strategi bisnis yang berhubungan dengan interview dan kuisioner, dokumen strategi yang ada, dan beberapa interview eksternal.

Strategi IT yang didapat dari phase I terdiri dari beberapa elemen:
- Penempatan dan target kesempatan;
o Asumsi kritis
o Aturan kompetitif IT
o Sasaran dan ukuran dari nilai IT
o Aplikasi strategi dan perkiraan resiko
- Kompetensi dasar;
o Kompetensi pengembangan sistem baru
o Kompetensi sistem operasi
o Sumber kompetensi.
- Manajemen dan Organisasi
o Perencanaan dan tanggung jawab kontrol
o Tanggung jawab ekseskusi dan operasi
o Hubungan bisnis/IS
o Resiko kooperatif

Fase II – Membangun pusat laba perencanaan IT
- Sebuah teknologi dan platform data adalah:
o Responsif dan adaptif dengan kebutuhan bisnis;
o Cocok (bila dibutuhkan) melalui unit bisnis; dan
o Dapat menembus dan menyebar dalam bisnis
- Aplikasi inti yang modern, stabil, reliabel, dan mudah dipelihara dan bernilai tinggi. Sebuah lingkungan dengan:
o Pengembangan aplikasi yang besar/kemampuan yang besar;
o Alat pengembangan yang kuat; dan
o Staff yang terlatih dan kompeten.
- Level tinggi dari tingkat kepuasan dengan IT.

Perencanaan IT adalah sebuah definisi dari masa depan yang memperbolehkan teknologi menjadi alat yang kompetitif, memberikan permasalahan dan kesempatan menghadapi bisnis.
Pengembangan sebuah perencanaan IT dimulai dengan perkiraan pada lingkungan IT yang ada untuk mendukung kegiatan bisnis. Hal ini termasuk perkiraan tentang aplikasi yang digunakan untuk bisnis, database dan struktur yang mendukung bisnis, dan teknologi yang digunakan.

Perencanaan IT menjelaskan mekanisne dimana IS dan bisnis dapat meningkatkan hubungan yang terpercaya, dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Struktur dan penempatan
- Aturan dan tanggung jawab
- Performa dan sistem pelaporan; dan
- Pengguna dan pendidikan IS dan training.

Strategi IT harus dihasilkan dari proses yang menyediakan platfomr dimana dibangunnya kegunaan teknologi informasi yang kompetitif, dan secara alami dapat diperluas program kualitas IT yang akan mengganti keadaan yang ada.

Fase III – Membangun Program Kualitas IT
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Membangun strategi IT yang dapat di kustomisasi dan perencanaannya untuk individu yang akan menghdapi tekanan kompetisi yang unik.
- Mengidentifikasi tanggung jawab IS yang cocok yang menyeimbangkan distribusi dari front line untuk menghadapi kemampuan untuk mengatur resource dengan personil front line.
- Meningkatkan struktur orientasi proses yang

Pengembangan Organisasi
Ketika pengembangan organisasi bukan suatu fase dalam metodologi IT/penjajaran Strategi, hal ini merupakan suatu keahlian yang dibutuhkan diantara proses pada area yang beragam, tergantung pada proyek dan situasi yang terjadi pada client.

Fase I – IT Strategi
• Proses struktur interview profesional yang menghasilkan pengetahuan mendasar pada manajemen perspektif, end user, dan customer internal/supplier. Kumpulan struktur data dari semua peserta untuk memperoleh hasil akhir, persepsi, sikap, faktor motivasi dan kebiasaan pengumpulan data.
• Keuntungan ketika merancang proses bisnis, dugaan idealistis tentang “kemungkinan yang ada” akan menjadi sesuatu yang serius. Resiko tergabung dengan implemetasi persoalan yang di perkecil ketika sebuah konsensus diraih dalam objektivitas.
• Dapat disampaikan pengembangan konsensus dan komitmen dapat dikembangkan melalui tim, workshop focus-building. Sebuah perencanaan yang sehat dikontruksikan dengan pengembangan komponen organisasi yang terintegrasi.

Fase II – Perencanaan IT dan fase III – TQM/IS
• Proses Kebutuhan bisnis dijelaskan dengan konteks kenyataan organisasional. Kebutuhan ini di terjemahkan ke dalam spesifikasi kongkret dari teknologi dan perubahan organisasi. Dukungan struktur organisasional dan sistem penghargaan dianalisa dan diadaptasi untuk mempertemukan kebutuhan masa depan suatu organisasi.
• Keuntungan rencana untuk perubahan dalam kebijakan organisasional dan praktisi dikembangkan untuk membuat dukungan maksimum untuk dan merangkul penerimaan dari end user.
• Dapat disampaikan feedback yang sistematis dari review sebuah rencana dan memberikan laporan prosesnya dari strategi formulai, rencana dan program pengambangan IS

Saturday, September 20, 2008

Intervensi Pemerintah dan Klasifikasi Barang Ekonomi

Dalam negara berkembang, keberadaan sumber daya terbatas sehingga pemerintah harus dapat mengelolanya seefisien mungkin. Selain itu, Perundangan mengenai lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah harus lebih dikembangkan dalam bentuk efisiensi ekonomi. Sebelum pemerintah melakukan intervensi dengan menetapkan suatu kebijakan terhadap berbagai barang, pemerintah harus dapat membedakan jenis barang-barang beserta permasalahannya. Jenis barang tersebut, yaitu public good, common good, club good, dan private good.

Common good adalah barang yang tersedia bagi masyarakat dalam jumlah tidak terbatas, namun memiliki nilai bersaing. Permasalahan yang terjadi pada common good dapat diselesaikan dengan adanya hak kepemilikan sehingga dapat diperjual belikan secara individual.

Common good yang dimiliki oleh negara dan tidak bersifat natural monopoly harus diprivatisasi. Jika biaya privatisasi tersebut menjadi masalah, maka sebaiknya privatisasi tersebut dilakukan kepada masyarakat umum daripada secara individual.

Club good merupakan barang yang tidak bersaing namun jumlahnya terbatas. Club good sebagai barang yang tidak bersaing karena bukan merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

Yang termasuk dalam private good adalah benda yang memiliki nilai bersaing dan jumlahnya terbatas. Private good merupakan bentuk yang paling efisien dalam perekonomian, untuk itu pemerintah diharapkan tidak terlalu banyak mencampuri ketentuan pasar pada jenis barang ini.

Eksternalitas yang dapat terjadi pada semua jenis barang (public, common, club, dan private) dapat memberikan keuntungan maupun menimbulkan kerugian. Munculnya ekternalitas disebabkan besarnya intervensi pemerintah. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat mengurangi intervensinya dalam struktur pasar. Tanpa disadari, masalah public good dan ekternalitas dapat diselesaikan melalui mekanisme pasar. Artinya pemerintah tidak perlu melakukan banyak intervensi terhadap permasalahan tersebut.

Pasar bebas merupakan cara yang terbaik dalam mengatur perekonomian. Hampir seluruh negara menggunakan sistem pasar bebas. Namun, pada saat pasar bebas tidak memberikan hasil yang positif bagi masyarakat, pemerintah dapat mengambil tindakan dan mengubahnya.

Kegagalan pasar terjadi pada saat pasar tidak memberikan efisiensi secara penuh, baik pada efisiensi alokasi maupun efisiensi produktivitas serta efisiensi sosial. Sistem pasar monopoli dapat menyebabkan kegagalan pasar. Pasar monopoli dapat membatasi output yang dihasilkan untuk menjaga agar harga produk tetap tinggi. Seorang monopolis mungkin saja akan mengembangkan kekuatan sosial dan politik lebih tinggi dari yang lain sehingga mengurangi efisiensi demokrasi dan keadilan dalam bersaing. Selain itu, monopoli juga mengurangi pilihan konsumen terhadap suatu produk.

Sistem kartel tidak jauh berbeda dari monopoli karena beberapa perusahaan melakukan kerja sama dalam menjual produk-produk mereka. Hal yang demikian dapat mengurangi persaingan. Kartel biasanya terjadi pada pasar oligopoli.

Pada pasar persaingan monopolistik terdapat banyak penjual dan pembeli serta berbagai jenis produk. Para pemain pun dapat bebas keluar dan masuk ke dalam industri. Namun setiap perusahaan memiliki merk pada produknya masing-masing sehingga perusahaan yang merk dagangnya sudah kuat akan dapat menguasai pasar

Privatisasi merupakan suatu cara agar dapat meningkatkan persaingan dan menurunkan biaya, mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien, dan mencegah terjadinya monopoli. Intervensi pemerintah diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti kerugian atas kegagalan pasar yang disebabkab oleh eksternalitas yang negatif.

Berbagai jenis barang, yaitu public goods, merit goods, dan demerit goods, jika beredar dalam jumlah yang tepat atau bahkan tidak beredar sama sekali akan menyebabkan sistem pasar tidak efisien sehingga terjadi kegagalan pasar.

Kurangnya informasi yang dimiliki konsumen mengenai produk yang tersedia di pasar, yang dimiliki produsen mengenai permintaan produk dan mengenai keberadaan pesaing, serta yang dimiliki pegawai mengenai peluang usaha dan lapangan pekerjaan, merupakan kegagalan informasi yang dapat menyebabkan kegagalan pasar.
Faktor-faktor produksi, seperti tanah, tenaga kerja, dan modal, serta berbagai asset yang sudah tidak dapat digunakan, yang memiliki sifat tidak dapat bergerak, juga dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pasar.

Untuk mencegah terjadinya kegagalan pasar pada sistem pasar bebas, dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: penetapan regulasi mengenai persaingan sehat oleh pemerintah, mengubah distribusi pendapatan dan kesejahtaraan dalam perekonomian nasional, meningkatkan skala ekonomis sehingga dapat menurunkan biaya, dan penetapan batas harga pasar tertinggi dan terrendah yang dilakukan oleh pemerintah.

2. The Perfect Storm

((Artikel ini disarikan dari Bab II Buku WIkinomics, diringkas oleh Eka Purwaningsih, INSTEPS))

Bagaimana teknologi, Demografik, dan Ekonomi Global bersatu untuk 6 kategori awal dari revolusi bisnis

Untuk memetakan badai hebat kita dapat menjelajahi arsitektur partisipasi pada web. Lalu kita memberi perhatian khusus kepada Net Gen-generasi yang akan memasukkan budaya keterbukaan, partisipasi, dan interaksi kedalam lingkungan kerja, pasar, dan komunitas.

WEB BARU
Fenomena hadirnya website merupakan kemajuan bagi semua orang, semua orang tak perduli dari belahan dunia manapun dapat dengan mudah tersambung dengan internet. Web memudahkan perusahaan untuk menampilkan informasi pada platform komputer pada tempat yang tepat. Elemen dari komputer dan elemen dari program komputer dapat disebar kemanapun.
Seiring bertambahnya jumlah manusia dan perusahaan yang ikut serta dalam platform programming, kesempatan untuk berkompetisi dan berkolaborasi pada cara baru akan lebih berhasil dan lebih kuat.

Coffehouse terbesar
Melakukan komunikasi dengan seluruh orang di dunia sangatlah sulit untuk seseorang, tapi saat ini fenomena blogging menghapus ini semua, semua orang dapat mencurahkan fikirannya ke dunia dengan memposting ide-ide, cerita mereka di blog. Dalam blog kita dapat meletakkan media apapun, bahkan video sekalipun dengan bantuan YouTube. Saat ini kemunculan blog sangat cepat. Bahkan blog dapat menyaingin koran, televisi, radio, dan film sekalipun.

Jaringan anda adalah Filter anda
Website yang ada didunia sangatlah banyak, maka diperlukan suatu tools yang dapat digunakan untuk mempermudah penyeringan atau filter, ada suatu tools yaitu tags, tags dapat mendeskripsikan website dengan gambar, video, email, dan lain sebagainya. Hal ini memudahkan kita untuk melakukan pencarian.


The New Public Squares
Untuk perusahaan web, membangunkepercayaan adalah suatu alternative untuk mengendalikan customer. Sesuatu yang menarik akan terjadi jika kita mempercayai customer. Maka mereka akan mempercayai kita. Lagi lagi perusahaan web akan merealisasikan perkembangan kepercayaan, dan kepercayaan tersebut akan membawa pengunjung kembali ke situs itu lagi. Sebut mereka sebagai The New Public Square tempat yang menarik dimana customer kita kembali lagi dan menambah pengalamannya.

Kemunculan dan kemampuan menemukan Inovasi
Mungkin karakteristik yang paling kuat adalah web yang dapat diprogram yang mengkolaborasikan antara desain dengan standard yang terbuka dan API (Application Programmins Interfaces) yang terbuka yang memperbolehkan website terpisah menjadi berbaur. Perusahaan yang pandai akan berfikir dengan hati-hati tentang bagaimana mengarahkan cara terbuka dengan teknologi yang dimiliki, dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi kekuatan organisasi it u sendiri dengan supplier, karywan, dan customer. Hal ini hal penting dalam lingkungan seperti inovasi dan manajemen pengetahuan, tapi digunakan dalam banyak fungsi bisnis.



Teriakan dari Kebudayaan Kolaborasi
Saat ini bukan masanya lagi suatu website, hanya melulu mengandalkan komunikasi satu arah, dimana pengunjung hanya bisa membaca, dan mengklik konten yang ada, tapi yang ada adalah kerja sama, berbagi, dan berbagai kegiatan interaktif lainnya.

THE DEMOGRAPHIC WATERSHED: GROWING UP COLLABORATING
Seluruh generasi dalam membangun negara menggunakan web. Bagaimanapun pengguna internet kebanyakan kaum muda dan kita menyebutnya Youngsters, mereka terus tumbuh, dan mereka membawa etika baru dalam keterbukaan, partisipasi, dan interkasi dalam lingkungan kerja, komunitas, dan pasar. Saat ini para pemuda memiliki wewenang ada revolusi digital yang merubah suatu institusi.

Ruang Berbagi yang baru
Social Networking, adalah suatu fenomena baru dalam dunia internet. Contohnya MySpace yang menawarkan suatu ruang berbagi, bisa berbentuk artikel, mucik ataupun video. Kebanyakan penggunanya adalah pemuda. Mereka dapat membuat sebuah opini untuk temannya, begitu pula sebaliknya. Dulunya bila mereka ingin bersosialisasi dengan temannya harus keluar rumah, dan menemukan suatu tempat yang nyaman untuk berkumpul, tapi sekarang tidak lagi, mereka dapat melakukan apa saja di rumah mereka. Menjelajahi dunia dan lain sebagainya.

Merubah Dunia – satu teman pada satu waktu
Mendapatkan teman ratusan bahkan jutaan dengan hanya memanfaatkan jaringan internet sangatlah mudah. Kita tinggal bergabung dengan salah satu website penyedia jasa social networking dan kita akan mendapatkan banyak teman. Dari hal-hal yang dilakukan da;am menjalin teman dengan social networking, banyak hal yang menyenangkan dapat dilakukan, selain itu dalam bidang pendidikan juga dapat dilakukan disana. Berbagi ilmu dan lain sebagainya. Sehingga tidak menutup kemungkinan kalau perekonomian juga dilakukan disana.

The N-Geners As Prosumers
N-Geners bukanlah pengunjung yang pasif, kebanyakan dari mereka tidak terlalu percaya dengan opini media cetak, mereka lebih percaya dengan opini yang ada dalam suatu website yang biasanya opini tersebut di keluarkan oleh banyak orang. Pada internet saat ini kita dapat melakukan berbagai kreatifitas, seperti memuat suatu tokoh animasi yang sudah ada dan menggabungkannya dengan selera seni yang kita miliki.
Kesempatan untuk membawa N-Geners pada perusahaan besar sebagai pencipta dari nilai yang tinggi, produksi jangka panjang dari kesempatan berinovasi dari bisnis di dunia yang pernah ada sangatlah tinggi.

Tenaga Kerja Wiki
Generasi terakhir membawa karakteristik yang unik pada lingkungan kerja, tapi dengan adopsi teknologi yang tinggi, kreativitas, koneksi sosial, dan perbedaaan pada N-Gen dengan yang lainnya akan menyatukannya. Sebagai pekerja, generasi ini akan merubah lingkungan kerja dan jalan bisnis dipimpin dengan keleluasaan tanpa keterbatasan.

KOLABORASI EKONOMI
Kolaborasi ekonomi adalah dirinya sendiri dalam keberhasilan untuk: kesempatan pada struktur yang dalam dari koorperasi, sebagai perusahaan yang kuat untuk membuka tembok penghalang dan berkolaborasi dengan sumber luar untuk membuat nilai, dan meningkatkan ekonomi global yang sebenarnya yang membutuhkan dan memudahkan beberapa jenis koorperasi ekonomi dan membuka dunia ilmu pengetahuan pekerja pada setiap perusahaan yang mencari pemikiran yang unik.


Coases’s Law
Sebuah perusahaan cenderung akan memperluas usahanya hingga biaya organisasi dari transaksi ekstra dalam perusahaan menjadi seimbang dengan biaya membawa keluar transaksi yang sama pada pasar terbuka. Internet menyebabkan biaya transaksi mengalami lonjakan bertahap dan lebih berguna untuk membaca hukum Coase, efeknya, tidak ada lagi perusahaan yang harus bersembunyi sampai biaya transaksi kembali. Dengan internet dari barang dalam proses produksi sampai ke tangan customer bisa diawasi.

Web bisnis
Pendatang baru adalah web bisnis, atau biasa disebut b-web. B-web dikeliompokkan pada bisnis yang bersatu melalui internet. Web bisnis diprediksikan kana digunakan untuk kolaborasi dalam perusahaan. Berkembangnya web bisnis bukan berarti bahwa perusahaan akan tidak terintegrasi secara vertikal dengan memindahkan ilmu pengetahuan dan kemampuan didalam batasan mereka.
Dengan banyaknya pertaruhan yang dapat dengan mudah dilihat pada web bisnis, klaborasi tidak disukai. Bergabung atau memimpin web bisnis terkadang membutuhkan joki antara pemain untuk divisi yang benar dari tenaga kerja dan nilainya.

Pemain Global
Kebenaran bahwa China dan India datang dengan waktu yang cepat, dan antara mereka memutuskan untuk lebih maju. Globalisasi saat ini meluas. Globalisasi tidak hanya memimpin untuk supply chain. Tapi juga berefek pada inovasi geografis. Bisnis kecil maupun menengah mencari celah pada bangkitnya globalisasi ekonomi. Pada kolaborasi ekonomi, keuntungan nyata dari sumber global adalah tidak adanya penyimpanan biaya, tapi kemungkinan tiada akhir untuk pertumbuhan, inovasi, dan keberagaman. Kekuatan utama dibelakang generasi berikutnya dari produk dan layanan akan lebih banyak, lebih beragam, dan terdistribusi kapanpun.

MENGENDALIKAN BADAI TERBAIK
Memiliki master terbesar sebuah kesempatan produktif dari lingkungan fisik, kita menemukan diri kita menghadapi kesempatan bersosialisasi dengan lingkungan global, membangun dunia virtual dengan ilmu pengetahuan, media, dan hiburan; sebuah dunia yang diikat dengan informasi membutuhkan juttan orang yang terkoneksi; sebuah dunia yang dimana siapapun dapat plug-and-play dan melakukan kolaborasi antara keberagaman.

Seni dan Ilmu Pengetahuan dari Peer Production

((Artikel ini merupakan ringkasan dari Bab I Buku Wikinomics, disarikan oleh Eka Purwaningsih, INSTEPS))

Sebuah pengalaman dari seorang CEO dari Goldcorp Inc. Rob McEwen, ia mengalami keberhasilan dalam penyediaan stok emas untuk perusahaannya, selang beberapa tahun usahanya untuk mendapatkan emas mulai berkurang dan menyurut. Akhirnya ia memikirkan cara bagaimana untuk meningkatkan stok emasnya, ia mengikuti pendidikan dan ia mempelajari bagaimana cara Linus Torvalds membuat Linux dengan Open Sourcenya, ia ingin mengaplikasikan metode tersebut untuk industri emasnya, akhirnya ia menggunakan metode Open Source untuk industrinya, ia membuat suatu kontes untuk menemukan sumber emas dari tempat yang sudah diketahui, dan dengan cara mempublikasikan dimana tambang emas mereka di website. Dan hasilnya, stok emas yang banyak dapat ia peroleh. Dapat dambil kesimpulan bahwa Wikinomics adalah dimana bergabungnya animo masyarakat digunakan untuk merubah kebiasaan dalan industri.

DUNIA BARU DARI WIKINOMICS
Saat ini kita memasuki dunia baru dimana manusia berpartisipasi pada perekonomian, seperti yang belum pernah dilakukan. Kunci keberhasilan dapat diperoleh dari penggabungan partisipasi seluruh orang dalam bisnis, tidak ada lagi keterbatasan dengan atasan dan bawahan selama itu masih berada dalam batasan bisnis, sehingga seluruh buah fikir dapat menyatu dan dapat berjalan dengan baik. Dan hal ini membebaskan manusia untuk mengeluarkan aspirasinya dalam melakukan inovasi.

Umur dari Partisipasi
Tidak jamannya lagi kita duduk diam, hanya mendengarkan berita di TV atau hanya membaca koran, ataupun membicarakan hal-hal yang dengan mudah kita dapatkan di manapun kita berada, saat ini kita harus menekankan pada diri kita. ”Informasikan pada Dunia” apa yang ada di kepala kita, buat sebuah argumen, opini, berita, bahkan kritik untuk kehidupan kita, utarakan dengan jelas.
Hal ini dapat menimbulkan suatu motivasi baru dalam perekonomian, jika semua industri telah membuka dirinya dan bersedia menerima segala macam masukkan, bukan hal yang mustahil kalau industri tersebut akan maju, karena produk atau jasa yang mereka hasilkan akan sesuai dengan keinginan pasar.
Untuk produsen kecil dan individu hal ini merupakan lahirnya era baru, bahkan mungkin saja menjadi anak emas. Kolaborasi masyarakat tentang batasan, disiplin, dan budaya menjadi satu dan menjadi menyenangkan. Kita akan membuat perekonomian yang sesuai dengan diri kita. Sebuah demokrasi ekonomi sangatlah penting dimana kita dapat memimpin dan mengaturnya.


Janji dan Resiko
Dengan semua revolusi ekonomi, kebutuhan seorang indivisu, organisasi, dan negara, akan diperhatikan. Kita harus mengkonfigurasi ulang orang-orang dan kemampuan mereka untuk melayani, sehingga apa yang diusulkan tidak lari dari batasan yang ada. Revolusi dari keikutseraan saat ini membuka kemungkinan baru untuk milyaran orang untuk berperan aktif dalam lingkungan kerjanya atau komunitas bahkan negaranya. Hal ini merupakan keuntungan sosial, termasuk kesempatan untuk membuat sebuah pemerintahan lebih terdeteksi.
Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat memiliki rate yang lebih tinggi dari pertumbuhan dan inovasi yang dilakukan dengan mempelajari bagaimana menggunakan dan membuat semuanya bersatu dengan jaringan yang terus berkembang ini.
Seni baru dan ilmu pengetahuan dari sebuah kolaborasi telah muncul, dan kita menyebutnya ”Wikinomics” kita tidak sekedar membicarakan tentang pembuatan ensiklopedia online dan dokumen lainnya, Wiki bukanlah sekedar software untuk mempermudah banyak orang untuk merubah web site, tapi sebuah perubahan dari era baru dari kolaborasi dan partisipasi.

PERJANJIAN BARU UNTUK KOLABORASI
Pengertia kolaborasi bukan hanya sekedar berkumpulnya beberapa orang yang melakukan hal-hal yang mereka sukai, tapi lebih kepada bersatunya kemampuan, kelihayan, dan kepandaian yang lebih efektif dan efisien dari apapun yang telah kita semua lakukan. Kemampuan untuk menyatukan bakat dari tiap individu dan organisasi akan menjadi kompetensi yang baik untuk manager suatu perusahaan.
Perusahaan harus menggunakan dan membuat bentuk yang beragam dengan orang lain atau rekannya, pesaing, pendidik, pemerintah, dan keseluruhan. Customer. Untuk berinovasi dan berhasil, kolaborasi massa yang baru harus menjadi bagian dari tiap pembelajaran. Mempelajari bagaimana menggunakan dan membuat rangkaian rekanan organisasi yang berjalan dengan sendirinya menjadi kemampuan yang penting, sebagaimana pentingnya, R&D, dan perencanaan.

PRINSIP DARI WIKINOMICS
Kolaborasi massa yang baru mengganti bagaimana perusahaan memanfaatkan pengetahuan untuk berinovasi dan membuat nilai. Kebijakan konvensional menyatakan inovasi perusahaan, diferensial, dan kompetisi dengan melakukan hal-hal yang benar.
Seni dan ilmu pengetahuan baru dari Wikinomics berdasarkan pada empat faktor utama: keterbukaan, kerja sama, berbagi, dan bertindak global. Hal itu adalah prinsip baru yang menggantikan beberapa prinsip lama dalam berbisnis.

Lebih Terbuka
Keterbukaan dalam melakukan bisnis sangat penting, kita dapat membuat bisnis tersebut transparan, lebih bebas, fleksibel, biarka semua orang menunjukkan bakatnya tanpa keterbatasan. Customer dapat melihat kebenaran nilai dari produk lebih baik. Karyawan dapat mengetahui ilmupengetahuan yang tidak terfikirkan sebelumnya tentang strategi perusahaan, manajemen dan kesempatan. Seorang partner harus memiliki pengetahuan yang baik satu sama lain agar nantinya terjadi kolaborasi yang baik.tidak ada bedanya jika ekonomi dan masyarakat menjadi terbuka. Kegagalan perdagangan dan teknologi informasi seringkali menjadi alasan kunci mengapa beberapa negara yang kompetitif mempunyai ekonomi yang global pada pertama kali, tapi mengambil pendidikan merupakan contoh simpel.

Kerjasama
Dari banyak organisasi, sistem kekuasaan yang dianut kebanyakan organisasi adalah sistem tingkatan/hierarki, sehingga nantinya akan terajdi suatu lapisan yang memisahkan antara atasan dan bawahan. Akan tetapi, bisa saja hal itu dirubah, yaitu menerapkan kerja sama. Jadi, nantinya suatu struktur organisasi yang biasanya berbentuk tingkatan-tingkatan, akan menjadi suatu garis lurus dimana setiap personil organisasinya berada pada satu lapisan yang sama. Sehingga tidak ada lagi keterbatasan dalam hal pendapat.
Kesuksesan kerjasama disebabkan oleh pengaruh organisasi itu sendiri, bagaimana cara cara memproduksi yang dilakukan agar lebih efektif dibandingkan yang sudah dilakukan oleh manajemen yang bertingkat.

Berbagi
Tidak bisa dipungkiri lagi ,seluruh barang digital dapat digunakan bersama-sama, dapat dibagi, dan dengan mudah dapat dirubah. Tanpa harus minta izin kepada pemiliknya, hal ini sangat sering terjadi pada musik dan film. Kebanyakan dari pemiliknya ingin mengontrol akan karyanya.
Sebaiknya saat ini paradigma itu harus dirubah, kita harus mulai terbuka dengan keadaan seperti itu, tentu saja. Perusahaan perlu melindungi properti mereka. Mereka harus selalu melundungi perhiasan mereka. Akan tetapi perusahaan tidak dapat menyatukan kolaborasi yang efektif jika segalanya disembunyikan, sehingga walaupun ada hal yang harus disembunyikan. Tapi setidaknya ada hal lain yang harus dibagi.
Kekuatan berbagi tidak terbatas pada properti intelektual. Dapat tersebar kemana-mana. Berbagi secara peer-to-peer adalah kekuatan dari komputerisasi, dan hasilnya adalah sistem yang dapat menopang dirinya sendiri yang tidak membutuhkan investasi terpusat, hanya kemauan pengguna untuk berbagi.

Bertindak Global
Globalisasi sudah terjadi dimana-mana, kebanyakan dari kita menganut paham globalisasi, dengan berfikir secara global. Padahal hal yang paling penting adalah bertindak secara global. Bagaimana kegiatan kita ini dapat mempengaruhi dunia. Bukan hanya memikirkannya. Globalisasi yang baru disebabkan oleh perubahan pada kolaborasi dan cara perusahaan menyusun kemampuan untuk berinovasi dan memproduksi sesuatu. Bertindak global artinya memonitor perkembangan bisnis inernasional dan menyediakan kesempatan global yang lebih besar.
Perusahaan global sebenarnya tidak mempunyai batasan fisik atau batasan regional. Dibangun pada suatu ekosistem untuk mendesain, menjadi sumber, asembling, dan mendistribusikan produk pada pasar global.

PERKEMBANGAN PESAT DALAM DUNIA WIKINOMICS
Tujuh model baru dari kolaborasi massa yang dengan sukses mengalahkan desain bisnis tradisional.
1. Perjalanan berawal dari ”Peer Pioneers” orang yang membawa kita ke software open source dan wikipedia ketika menunjukkan bahwa ribuan sukarelawan dapat membuat kecepatan, aliran, dan proyek inovatif yang menampilkan keuangan perusahaan terbesar.
2. ”Ideagoras” menjelaskan bagaimana pentingnya sebiah marketplace untuk ide, inovasi, dan pemikiran unik yang membuat perusahaan seperti P&G membuka jalan kepada pasar global dengan bakat yang tinggi sepuluh kali dibanding ukuran tempat kerja mereka.
3. Sebuah ”janji” membawa anda melalui pertumbuhan dinamis dunia dari inovasi customer, dimana generasi baru dari customer yang bisa menjadi seorang produsen.
4. ”New Alexandrians” akan membawa anda utnuk melaju dengan ilmu pengetahuan baru dari berbagi yang akan mendukung kesehatan manusia, membangun teknologi, bahkan menemukan alam semesta. Kesemuanya membantu perusahaan tumbuh dengan pemegang sahamnya.
5. ”Platform untuk partisipasi” menjelaskan bagaimana pintarnya perusahaan yang membuka infrastruktur produk dan teknologi mereka untuk membuat sebuah area komunitas yang lebih besar dengan rekanan yang dapat menghasilkan, dan pada banyak kasus, membuat bisnis baru.
6. ”Global plant floor” menunjukkan bagaimana industri manufaktur secara intensif berkembang pada ekosistemnya untuk merancang dan membangun produk fisik. Menandakan bentuk baru pada evolusi kolaborasi massa.
7. ”Wiki Workplace” membungkus perjalanan dengan melihat bagaimana kolaborasi massa mengambil akar dalam tempat kerja dan membuat kesemuanyna terkait.

Wednesday, June 04, 2008

Strategi untuk Menjaga Kekuatan Pasar Dalam Menghadapi Perubahan Teknologi yang Cepat

((Artikel ini merujuk pada karya Robin Mansell))

Inovasi dilakukan untuk meningkatkan layanan informasi dan telekomunikasi. Inovasi yang berlangsung dengan cepat dapat menumbuhkan pasar persaingan. Pasar layanan informasi dan komunikasi yang memberikan peluang bagi pemain baru akan mengakhiri monopolisasi. Struktur industri telekomunikasi akan semakin kompleks dengan adanya perubahan teknologi dan institusi.

Pada tahun 1980-an tedapat beberapa perubahan dalam industri telekomunikasi yaitu, perubahan jaringan telekomunikasi (dari analog ke digital switching dan transmisi) dan perubahan kebijakan dan regulasi yang memberikan peluang bagi pemain baru untuk ikut serta dalam persaingan pada industri telekomunikasi.

Terdapat dua pandangan dalam menginterprestasikan pengaruh dari perubahan tersebut (Mansell, 1993). Pertama model Idealis, yang diperoleh dari teori yang menggambarkan munculnya pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan sempurna ditandai dengan ketiadaan halangan bagi perusahaan untuk masuk dan keluar (Clark, 1961).

Pandangan yang kedua adalah model Strategis, yang menggambarkan teori persaingan tidak sempurna, monopolistik dan oligopolistik. Pada model ini diasumsikan bahwa perusahaan tidak menentukan, ketidakstabilan ligopoli dimana perubahaan korporasi dengan sengaja menggunakan strategi harga jangka pendek untuk mencapai pertahaanan jangka panjang dan kekuatan monopoli (Melody, 1985). Dalam model strategis, terdapat persaingan di antara perusahaan yang dominan, dan hasil dari monopolisasi tidak memberikan keuntungan yang sama kepada seluruh perusahaan dalam pasar.

Menurut Clark (1961) monopolisasi tidak mengarah kepada monopoli melainkan kepada kegiatan perusahaan (yang dominan) yang berusahaan untuk membentuk kekuatan pasar. Model Strategis mengakui bahwa monopolisasi merupakan proses yang terus menerus memberikan hasil yang tidak pasti.

Pandangan terhadap model Idealis tahun 1980-an mengandung dua asumsi yaitu, perluasan pasar melalui harga dan permintaan yang ”tepat pada waktunya” (Mansell dan Steinmueller, 1996). Perluasan pasar melalui harga diharapkan dapat mendorong liberalisasi dan privatisasi pasar, menciptakan persaingan melalui reduksi harga, dan meningkatkan elastisitas permintaan. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa dengan menghilangkan penghalang masuk dan dengan mengubah rangsangan terhadap perusahaan, maka persaingan pada layanan telekomunikasi akan mendekati sempurna.

Permintaan yang ”tepat waktu” diharapkan tidak hanya dapat mengubah penawaran pasar tetapi juga memberikan pendapatan yang besar. Model Idealis mengasumsikan bahwa liberalisasi pasar dan deregulasi akan menciptakan pasar persaingan sempurna. Dalam pasar persaingan sempurna, permasalahan investasi dan penawaran akan selesai dengan sendirinya.

Pada model idealis, pasar persaingan sempurna merupakan mekanisme yang paling efektif untuk mengkoordinasi interaksi diantara seluruh pemain di dalam pasar. Namun, pada model Strategis, diakui bahwa seluruh pemain tidak ditempatkan pada posisi yang sama. Incumbents, dan Insurgents diikutsertakan dalam proses persaingan dan monopolisasi yang memungkinkan pemain memperoleh kekuatan di dalam pasar. Penguasaan pasar akan tergantung pada kemampuan mereka untuk mempertahankan atau mendapatkan dominasi serta mengendalikan lingkungan jasa atau infrastruktur.

Hasil dari pasar tersebut dipengaruhi oleh (1) perubahan dalam keseimbangan kekuatan di antara pemasok sebagai akibat dari strategi investasi dan keputusan mengenai pengaturan dan kebijakan persaingan; (2) perbedaan tingkat perkembangan permintaan; dan (3) pengaruh yang tidak diharapkan dari pengembangan teknikal.

Analisis mengenai skenario perubahan pasar di Eropa dapat membantu untuk mengilustrasikan hasil tersebut dalam jangka panjang, menengah dan jangka pendek. (Bernard et.at. 1996; Mansell, 1996).

Dalam jangka pendek, kepemimpinan incumbent sangat mungkin bersifat mutlak. Sementara dalam jangka menengah dan jangka panjang, karena waktu pandangannya hingga pada dekade selanjutnya, terdapat tiga kemungkinan yang akan terjadi di mana masing-masing mengimplikasikan kombinasi dan distribusi kekuatan pasar yang berbeda.

Pertama, Kepemimpinan incumbent akan terus berlanjut selama jangka menengah jika incumbent menguasai permintaan yang cukup untuk membatasi masuknya persaingan dalam bidang jasa maupun infrastruktur. Kedua, kepemimpinan Incumbent beralih menjadi kepemimpinan Insurgent dimana suatu kombinasi teknologi yang berbeda akan tersebar untuk meningkatkan infrastruktur. Ketiga, komunitas virtual akan terbentuk dengan adanya pengembangan yang besar dari Internet sebagai dasar peningkatan teknologi informasi dan komunikasi.

Kemajuan yang signifikatn dalam keamanan jaringan publik telekomunikasi dan internet akan membutuhkan beberapa fitur keamanan seperti monitorisasi dan otorisasi. Dalam melaksanakannya akan membutuhkan biaya penggunaan jaringan tersebut bagi user. Beberapa user akan bersedia membayar lebih tinggi untuk mendapatkan akses dan layanan yang lebih tinggi untuk mendapatkan sambungan yang baik yang akan mengizinkan mereka untuk menerima informasi dalam audio-visual, audio, gambar serta file untuk keperluan usaha, sosial, hiburan dan pendidikan. Kebijakan mengenai hal tersebut harus dibuat dengan mempertimbangkan informasi yang bernilai tinggi.

Jika incumbent dan insurgent menggunakan kekuatan pasar mereka untuk mengganggu jalannya persaingan maka kebijakan dari pemenrintah akan sangat penting untuk menilai dan mengawasi berbagai investasi dalam infrastruktur dan konten (termasuk software). Walaupun penggabungan antara incumbent dan insurgent menguntungkan dalam meningkatkan kekuatan persaingan nasional dalam pasar global, namun akan menghalangi para pemain kecil untuk ikut serta dalam persaingan.

Refferensi:
Bernard, J.G., Cattanco,R., Mansell, R., Silverstone, and W.E Steinmueller. 1996, The Way Forward: Advanced Communication, Economic Growth and Social Development in Europe. Final Report for Europeean Commision ACTS FAIR project AC093, June, 1996.
Clark, J.M. 1961, Competition as Dynamic Process. The Brookings Institution, New York.
Mansell, R. 1993. The New Telecommunications: A Political Economy of Netwoek Evolution. Sage, London.
Mansell, R., and W.E Steinmueller. 1995. Intellectual Property Rights: The Development of Information Infrastructure for the Information Society: Final Report. Prepared for Scientific amd Technological Option Assessment (STOA) Programme of the European Parlement, Maastrichi, MERIT, October,17th.
Melody, W.H. 1985. The Information Society: Implication for Economic Institution and Market Theory. Journal of Economic Issue 19, No.2, 523-539.

Pengaruh Evolusi Pasar Terhadap Dinamika Persaingan

Gatignon dan Soberman (2002) mengidentifikasi secara garis besar tiga hal yang menjelaskan mengapa evolusi pasar mempengaruhi respon terhadap masing-masing pesaing. Pertama, strategi pasar yang atraktif (dalam bentuk ukuran pasar yang diharapkan, pemenuhan kebutuhan konsumen, dan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang). Kedua, jumlah pesaing (yang berubah dengan masuk dan keluarnya perusahaan dalam persaingan) dan yang terakhir, adanya evolusi reaksi konsumen.

1. Strategi Pasar Atraktif

Secara keseluruhan, pertumbuhan pasar merupakan hasil dari persaingan perusahaan yang membawa kelompok-kelompok konsumen yang berbeda ke dalam pasar. Hal ini akan membentuk struktur pasar yang kompleks di mana relativitas elastisitas silang harga dalam persaingan menjadi lemah. Dalam lingkungan yang penuh dengan ketidak pastian, perusahaan akan enggan untuk memberikan respon yang besar atau bahkan menundanya.

Dalam Proposisi 10a dan 10b, penelitian ini memasukkan faktor-faktor tersebut ke dalam pandangan umum bahwa reaksi persaingan dalam pasar yang sedang mengalami pertumbuhan adalah kuat dan cepat.
Proposisi 10a:
Secara umum, respon persaingan lebih kuat dalam pasar yang tingkat pertumbuhannya lebih tinggi.
Proposisi 10b:
Respon persaingan lebih rendah dalam pasar yang penuh dengan ketidakpastian dan dalam pasar yang memiliki struktur yang kompleks.

Jenis analisis dalam suatu industri yaitu, analisis reaksi persaingan dan ukuran pasar secara keseluruhan merupakan analisis standar dalam studi mengenai evolusi pasar. Sample industri yang besar akan memberikan perbedaan yang jelas mengenai kedua kondisi yang dinyatakan dalam Proposisi tersebut. Satu sumber yang potensial memisahkan panel data konsumen, walaupun data tersebut secara umum terbatas dalam frekuensi pembelian barang (Leeflang dan Wittink, 1992). Sebagai alternatif, dapat dilakukan pengukuran reaksi persaingan tanpa data yang lengkap dari seluruh pesaing. Misalnya, data PIMS menyediakan berbagai lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan studi terdahulu mengenai reaksi persaingan (Robinson, 1988; Ramawasmy et.al, 1994). Data survey juga telah digunakan pada studi reaksi persaingan (Gatignon et.al., 1997). Tanpa menghiraukan keabsahan data, proposisi tersebut dapat diuji dengan model regresi atau lebih tepat dari sudut pandang statistik, dengan menggunakan berbagai macam model parameter yang lebih baik.

Stabilitas lingkungan. Suatu kunci faktor eksogenous yang mempengaruhi evolusi pasar adalah stabilitas lingkungan dalam bentuk basis pelanggan, sistem distribusi, sistem produksi, dan teknologi. Belum lagi, cepatnya perubahan harga dan tersedianya komoditi dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan pasar.

Teknologi dapat dimasukkan ke dalam beberapa kategori dalam bentuk produk atau proses produksi (misalnya, mikroprosesor merupakan elemen integral dalam berbagai industri yang tidak ada hubungannya). Hal ini merupakan sumber ketidakpastian, khususnya dalam produk dengan kandungan teknologi yang signifikan (Mansfield, 1961). Kunci penentu kecenderungan perusahaan untuk merespon suatu inisiatif persaingan (seperti peluncuran produk baru) merupakan budaya dan sistem perusahaan tersebut. Perusahaan diamati untuk merespon dengan cepat terhadap masuknya produk baru dalam industri yang dikelompokkan berdasarkan tingkat perubahan teknologi (Bowman dan Gatignon, 1995). Hal ini disimpulkan dalam Proposisi 11.
Proposisi 11:
Dalam pasar yang sedang mengalami pertumbuhan, faktor yang paling mempengaruhi respon terhadap persaingan adalah lingkungan.

2. Jumlah Pesaing
Dalam pasar yang sudah dewasa, terdapat proses penggabungan (jumlah perusahaan yang aktif turun). Selain itu, perusahaan tersebut akan membuat kategori sepsifik investasi yang signifikan (fasilitas produk, tenaga penjualan, atau saluran distribusi). Inisitif baru tersebut, memberikan ancaman yang signifikan sehingga perusahaan-perusahaan lainnya akan memberikan perhatian untuk mengawasi aktivitas persaingan dan bereaksi dengan cepat (dan secara intensif) ketika terlihat suatu ancaman. Tentu saja, mengawasi pesaing lebih mudah jika jumlah pesaingnya sedikit. Oleh karena itu, dalam industri yang telah dewasa, reaksi terhadap inisiatif baru seharusnya menjadi lebih cepat dan lebih kuat. Bagaimanapun juga, pengaruh kedua dari pemusatan (ketika jumlah perusahaan penting berkurang menjadi lima atau lebih) adalah kordinasi dan ”pembatasan” persaingan menjadi lebih mudah. Suatu perusahaan mungkin tidak bereaksi pada persaingan inisiatif kecuali jika wilayahnya dalam keadaan terancam.

Karena kedua pengaruh tersebut bertindak dalam arah yang berbeda, sebagian besar penelitian menemukan bahwa konsentrasi pasar tidak signifikan dalam menjelaskan besar atau cepatnya reaksi peraingan.

Pendeknya, hal pertama dalam kehidupan suatu pasar, biasanya terdapat banyak atomisasi persaing yang tidak merespon (atau bahkan tidak mengetahui) pesaing lainnya. Dalam suatu studi kategori, kemajuan relatif dalam siklus hidup pasar, Kuester et.al. (1999) menemukan terdapat pengaruh negatif yang kuat dari pemusatan terhadap kecepatan, perluasan dan intensitas reakso persaingan. Analisis longitudinal menunjukkan bahwa kecepatan, intensitas dan kekuatan reaksi persaingan berbentuk U terbalik selama siklus hidup pasar, dan penelitian ini menyimpulkannya dalam Proposisi 12.
Proposisi 12:
Setelah tahap pengenalan, jumlah pesaing menurun dan reaksi incumbent dalam intensitas, kecepatan dan perluasan akan meningkat. Dalam pasar yang telah dewasa, jumlah pesaing semakin berkurang, reaksi persaingan dalam intensitas, kecepatan dan perluasan akan mengalami penurunan.

3. Perkembangan reaksi konsumen
Pada pasar yang telah dewasa, dapat terjadi dua hal pada struktur pasar. Pertama yaitu tipe komsumen yang ikut serta dalam perubahan pasar. Pada tahap pengenalan, pembeli merupakan inovator yang sensitif terhadap harga dan berkeinginan untuk mencoba. Berbeda dengan pasar yang telah dewasa, yang didominasi oleh pengikut yang lebih takut pada resiko dan sensitif terhadap harga. Demikian, terdapat kecenderungan alami dalam pasar menjadi lebih sensitif terhadap harga. Kedua, pada pasar yang telah dewasa, terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan mengenai industri. Perubahan ini menunjukkan sebagai suatu pengurangan dalam sensitivitas konsumen terhadap kegiatan periklanan dan pemasaran (konsumen memberitahukan dan mengetahui apa yang mereka inginkan, sehingga tidak akan mempengaruhi aktivitas pemasaran).

Terdapat dukungan untuk peranan elastisitas pasar sebagai prediktor dalam respon terhadap persaingan. Gatignon et.al. (1989), Shankar (1997, 1998) dan Kuester et.al (1999) menemukan bahwa semakin besar elastisitas pemasaran (berhubungan dengan pesaing), maka semain kuat reaksinya. Hubungan ini dikumpulkan berdasarkan evolusi elstisitas pasar yang diharapkan dalam Proposisi 13 dan 14.
Proposisi 13:
Pada pasar yang telah dewasa, elastisitas harga akan meningkat dan hasilnya, reaksi persaingan terhadap inisiatif harga akan menjadi semakin kuat.
Proposisi 14:
Pada pasar yang telah dewasa, elastisitas biaya (seperti periklanan, promosi, dan kekuatan penjualan) mengalami [enurunan dan hasilnya reaksi persaingan terhadap inisiatif biaya akan menjadi semakin rendah.

Terdapat banyak studi empiris yang menguji evolusi elastisitas bauran pemasaran dibandingakan dengan siklus hidup produk. Namun tidak terdapat bentuk yang konsisten pada elastisitas harga maupun elastisitas pemasaran yang telah diteliti. Satu penjelasan yang potensial untuk hal ini yaitu bahwa interaksi antara perusahaan dan konsumen dapat mengubah perkembangan pasar secara signifikan. Misalnya, Bergemann dan Valimaki (1996) menganalisis pengaruh dari ”pembelajaran konsumen melalui percobaan” terhadap persaingan perusahaan. Percobaan ini mengasumsikan konsumen dapat mempelajari tentang produk. Hasil penelitian menunjukkan perusahaan yang memilih perkenalan harga yang murah untuk menopang percobaan (mengasumsikan produk makanan baru). Harga meningkat setelah periode perkenalan, kelebihan bersaing produk akan dikeetahui. Untuk menguji Proposisi 13 dan 14, diperlukan pembenaran untuk bertindak seperti ”harga perkenalan yang murah sebagai percobaan” (mungkin tergantung pada industrinya). Tindakan seperti itu menyebabkan peningkatan pada harga pasar sebagai perkembangan pasar dan mungkin menimbulkan kekeliruan dalam menyimpulkan bahwa pasar menjadi kurang sensitif terhadap harga.

Penelitian Pelengkap: Model Resource-Based View (RBV)

RBV membahas mengenai sumber daya dan kemampuan internal perusahaan serta hubungannya dengan pengambilan keputusan strategis. Selain itu, RBV menjelaskan bagaimana sumber daya perusahaan mempengaruhi hasil dan proses yang kompetitif secara eksternal. Tambahan dari RBV adalah faktor persaingan perusahaan dan peranan dari sumber daya internal pada perusahaan dalam menentukan hasil yang kompetitif.
RBV merupakan teori yang berakar dalam perekonomian, selain itu, RBV berorientasi pada isi dan formulasi strategi.

Memahami RBV
Teori RBV memandang perusahaan sebagai kumpulan sumber daya dan kemampuan (Penrose 1959; Wernerfelt, 1984). Asumsi RBV yaitu bahwa perusahaan bersaing berdasarkan sumber daya dan kemampuan. Perbedaan sumber daya dan kemampuan perusahaan dengan perusahaan pesaing akan memberikan keuntungan kompetitif (Peteraf, 1993).

Sumber daya perusahaan dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu, berwujud, tidak berwujud dan sumber daya manusia (Grant, 2002). Kemampuan menunjukkan apa yang dapat dilakukan perusahaan dengan sumber dayanya (Amit and Schoemaker, 1993). Tingkat kemampuan perusahaan yang lebih tinggi dikenal dengan ‘dinamika kemampuan’ / capability dynamics (Teece, Pisano, dan Shuen, 1997). Dinamika kemampuan merupakan kemampuan perusahaan untuk menciptakan, mempertahankan, atau mengubah kemampuan perusahaan lainnya (Winter 2003).

Menurut RBV, strategi dilakukan dengan mengalokasikan sumber daya kepada kebutuhan pasar pada saat kemampuan perusahaan pesaing tidak mencukupi sehingga akan memberikan hasil yang efektif bagi perusahaan. Sumber daya dan kemampuan perusahaan merupakan hal yang penting dalam strategi tingkat bisnis. Dan sumber daya bernilai yang dapat mempengaruhi berbagai usaha yang dilakukan perusahaan merupakan hal yang penting dalam strategi tingkat korporasi (Montgomery, 1997)

Pada tingkat bisnis, para peneliti telah meneliti hubungan antara sumber daya dan keberlangsungan keunggulan kompetitif (seperti Dierick dan Cool, 1989; Barney, 1991; dan Peteraf, 1993). Fokus RBV yaitu apa yang dapat membuat sumber daya menjadi superior dan mengapa para pesaing tidak bisa mendapatkan, menciptakan atau meniru sumber daya yang lebih baik dengan mudah. Jawabannya adalah karakteristik sumber daya dan kemampuan yang disebut sebagai ’aset strategis’ (Amit dan Schoemaker, 1993) Aset strategis seperti budaya perusahaan yang secara sosial kompleks, bersifat diam dan menyebabkan kebiasan telah menjadi perhatian.

Pada Tingkat korporasi juga memperhatikan bagaimana aset strategis mempengaruhi kinerja perusahaan (Montgomery dan Wernerfelt, 1988). Pengaruhnya tidak hanya berdasarkan pada karakteristik sumber daya, tetapi juga pada mekanisme komunikasi dan koordinasi perusahaan. Faktor-faktor ini memungkinkan perusahaan mengembangkan aset strategis hingga pada kegiatan usahanya. Kinerja suatu perusahaan bergantung pada konsistensi internal diantara ketiga elemen ’ strategi segitiga korporasi’ tersebut – sumber daya, usaha, dan mekanisme organisasi, dimana didalamnya termasuk struktur, sistem dan proses organisasi. (Collins and Montgomery, 1997).

Hal penting lainnya dalam strategi korporasi adalah bagaimana sumber daya membawa pertumbuhan perusahaan. Aset strategis, misalnya, dapat mengurangi masuknya perusahaan ke dalam pasar baru (Montgomery dan Hariharan, 1991). Aset strategis dapat memberikan jalan pada strategi akuisisi sama seperti petunjuk pengambilan keputusan investasi.

Keberhasilan pertumbuhan dan keberlangsungan perusahaan, akan bergantung pada pengembangan sumber daya baru sama seperti mengeksploitasi sumber daya yang lama (Wernerfelt, 1984). Ini juga terjadi pada perubahan kondisi eksternal. Dengan demikian, RBV juga memperhatikan pembelajaran organisasi, akumulasi pengetahuan, kemampuan pengembangan, dan proses perubahan asosiasi (Helfat, 2000). Dinamika RBV memberikan perhatian pada hubungan hal-hal tersebut (Helfat dan Peteraf, 2003)

Model RBV dan RAP: Pertanda Sinergi
Kemampuan manajerial pada berbagai tingkatan organisasi


Satu sisi pada RBV dengan hubungan sinergi pada model RAP berfokus pada sumber daya manajerial, yang disebut sebagai ‘pimpinan yang memiliki keahlian dan kemampuan’ (Castanias dan Helfat, 2001). Penelitian ini memandang manajemen puncak perusahaan sebagai sumber daya penting dalam mencapai keunggulan bersaing yang berkelanjutan dari para pesaingnya (Castanias dan Helfat, 1991). Kemampuan manajerial manajer puncak, termasuk kemampuan dalam memimpin perusahaan akan berbeda seiring terjadinya perubahan waktu (Adner dan Helfat, 2003). Manajer puncak dengan kemampuan yang tinggi dapat menghasilkan keuntungan finansial yang besar baik bagi perusahaannya maupun bagi dirinya sendiri.

Permasalahannya sederhana yaitu, strategi pada tingkat bisnis harus konsisten dengan strategi tingkat korporasi agar perusahaan terus berkembang (Collis dan Montgomery, 1997). Pertalian korporasi merupakan aspek yang penting dalam strategi korporasi. Artinya, ada peran lain bagi manajemen puncak, yaitu memastikan strategi tingkat bisnis dan korporasi sesuai. Dengan demikian, manaemen puncak tidak akan membiarkan suatu unit bisnis berdiri atau membuat penambahan sendiri yang dapat merubah arah perusahaan (Collis dan Johnson, 1994).

Pada perusahaan yang melakukan diferensiasi, terdapat peranan manajemen puncak dalam merancang strategi yang dapat bermain secara unik. RBV pada strategi korporasi memperjelas hal tersebut (Collis dan Montgomery, 1997).

Pada strategi tingkat bisnis RBV menyatakan bahwa perusahaan bersaing berdasarkan pada sumber daya dan kemampuannya (Wernerfelt, 1984). Perusahaan yang memiliki sumber daya yang besar memiliki keunggulan kompetitif dalam bentuk kemampuan untuk menciptakan nilai yang lebih dibandingkan dengan para pesaingnya (Peteraf dan Barney, 2003). Tetapi hal ini harus direalisasikan dengan menggunakan strategi sebagai penuntun dalam pelaksanaannya.

Untuk memperkirakan nilai sumber daya perusahaan dibutuhkan pengetahuan yang mendalam mengenai area persaingan dan kemampuan para pesaing. Hal ini berarti dibutuhkan pengetahuan mengenai para pelanggan dan permintaannya. Dan juga membutuhkan pengetahuan mengenai kemampuan perusahaan itu sendiri, tetapi yang paling penting diperlukan adanya kebijaksanaan untuk mengetahui batasan kemampuan tersebut. Kebijaksanaan ini dan keinginan untuk mengikuti pelaksanaan strategi dibandingkan dengan rangkaian munculnya peluang mungkin hanya dapat ditemukan pada tingkat manajemen puncak dalam perusahaan. Artinya, manajemen puncak memainkan peran yang penting dalam menentukan strategi pada perusahaan yang melakukan pemusatan. Strategi ini akan memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan perusahaan dan, yang lebih penting, apa yang seharusnya tidak dilakukan (Porter, 1996).

RBV memberi perhatian terhadap dinamika organisasi dan penyesuaian terhadap perubahan lingkungan. RBV menganggap variasi, pemilihan, retensi dan kompetisi sebagai proses yang penting, serta pentingnya rutinitas dan peranan aspirasi dalam mencapai perubahan. *****