Wednesday, October 18, 2006

Orang Tua, Cintai Anakmu

Maka ramailah perhelatan,

Sanak saudara handai tolan menyaksikan

Sesepuh dan yang dituakan berpetuah

Wahai engkau penduduk pelaminan

Asal dua menjadi satu,

Beranak, bercucu, hiduplah di alam tenteram

bak nirwana jauh dari neraka.

Maka mulailah perjalanan sepasang manusia

Mengarungi goda menyongsong mimpi

Siang merajut malam berderit

Buah kama melahirkan atma

Karya nafsu berselimut cinta

Sang jabang disayang, ditimang, dipuja

Semua gembira menyambut generasi baru

Anak, buah muslihat orang tua

Tak hendak ketika hadir

Tiada berdaya menolak berpindah

Dari tangan satu ke tangan lainnya

Apalacur beranjak usia anak, berangkat pula kejenuhan

Keseharian dan kesebiasaan orang tua

Panas berubah hangat

Hangat berubah dingin

Dingin berbuah pecah.

Bak pohon merambat hilang sandaran,

Sang anak lemas sosial,

Bencikah bapakku kepadaku?

Mengapa ibuku selalu marah kepadaku?

Mengapa aku mesti ada?

Untuk apa aku eksis kalau ortuku tidak cintaiku?

Dan bendungan-pun akhirnya melepuh

Ketahanan diri rapuh oleh timbunan siksa jiwa

Narkoba, sekbebas, berandalan, kriminal

Itu belum seberapa,

Hilang iman dan cinta

Itulah dosa orang tua tak berampun.

Rempoa, 1 Maret 2006

No comments:

Post a Comment