Saturday, November 22, 2008

Pengukuran dan Faktor-faktor Penentu Dalam Kebijakan Telekomunikasi

Karya: Jordi Gual dan Francesc Trillas (May, 2006)

Gual dan Francesc (2006) menyajikan data perbaikan industri telekomunkasi antar negara. Perbaikan telekomunikasi diukur melalui dua dimensi yaitu hambatan keluar-masuk industri dan regulator independen. Data yang diperoleh digabung dengan data mengenai kinerja, institusi dan politik untuk menganalisa faktor-faktor yang menentukan kebijakan telekomunikasi.

Penelitian Gual dan Francesc (2006) ini menemukan bahwa hambatan keluar-masuk industri memiliki hubungan positif dengan tingkat intervensi pemerintah tetapi tidak memiliki hubungan dengan ideologi perubahan pemerintah. Selain itu penelitian ini menunjukkan, negara yang memiliki incumbent yang besar akan lebih mudah menghadirkan regulator independen.

Indeks yang menunjukkan hambatan masuk-keluar industri dalam paper ini diukur berdasarkan indikator berikut: (1) kondisi investasi industri; (2) jumlah penyedia layanan mobile; (3) metode alokasi spektrum; (4) jumlah telepon tetap dan mobile yang portable; (5) keberadaan telepon sambungan lokal, jarak jauh dan internasional; dan (6) keberadaan local loop unbundling.

Indeks regulator independen didasarkan pada informasi berikut: (1) tingkat kecakapan regulator dalam mengambil kebijakan mengenai lisensi, interkoneksi, tarif, alokasi sumber daya dan layanan universal; (2) tingkat independensi regulator dari kebijakan pemerintah; (3) aturan mengenai penunjukkan pimpinan regulator; (4) lamanya masa keanggotaan dan kepemimpinan regulator; (5) aturan mengenai pelaporan kepada pemerintah, parlemen, dan badan lainnya; lamanya badan regulator telah beroperasi; dan (7) persentase kepemilikan swasta atas operator incumbent.

Operator incumbent di berbagai negara memiliki keuntungan dalam lingkup ekonomi karena incumbent menjalankan beberapa segmen dalam industri. Namun, incumbent juga memiliki kewajiban untuk membangun layanan universal dan berperan sebagai penyedia infrastruktur utama dalam industri. Regulasi yang asimetris kemungkinan akan menguntungkan kompetitor tertentu daripada meningkatkan persaingan.

Masyarakat yang memperoleh layanan telekomunikasi yang lebih baik cenderung akan mengurangi hambatan keluar-masuk industri. Adanya perbaikan pemerintah tidak memiliki pengaruh terhadap pengurangan hambatan keluar-masuk industri.
Negara yang lebih sedikit mengintervensi dalam industri telekomunikasi akan lebih mudah membuka industri tersebut ke dalam persaingan.

Paper ini menyajikan data mengenai kebijakan masuk industri dan regulator independen antar negara dalam bentuk indeks. Indeks tersebut menggambarkan kebijakan dan institusi dalam industri telekomunikasi. Incumbent besar menyadari bahwa regulator independen akan lebih mudah dipahami daripada pemerintah, dan/atau incumbent akan mengalami kerugian lebih besar tanpa adanya regulator independen, jika regulator independen dapat mengurangi masalah kekurangan investasi. Hal ini dikarenakan semakin besar incumbent maka semakin besar kekurangan investasi dalam infrastruktur.*****

No comments:

Post a Comment